Diamonds to become an investor's best friend
Tara Loader Wilkinson From: The Wall Street Journal November 23, 2009 11:09AM
THEY are rare, beautiful, valuable and a girl's best friend but traditionally diamonds have not really been considered an asset class in their own right.
Diamonds do not have the "safe haven" status of gold, and their prices are more volatile than the precious metal.
While spot gold has gained about 25 per cent in value this year, diamond prices have fallen by at least 10 per cent, in line with the poor performance of the luxury industry, according to US-based IDEX Online Diamond Prices, which tracks global asking prices for polished diamonds.
Some jewellery experts remain doubtful about investing in diamonds. David Bennett, Geneva-based chairman of jewellery for Europe and the Middle East at Sotheby's, says: "Like art, we would not advise someone to buy diamonds for investment purposes. People should buy diamonds for the joy of wearing them." But the growing demand for tangible assets and portfolio diversification has led to the launch of several diamond investment funds this year, which believe they can achieve double-digit returns for investors.
This 62-carat diamond sold for $US8m at a Christies sale in Geneva this month. Picture: AFP
In March, alternative investment manager KPR Capital launched a Cayman Islands-domiciled open-ended investment diamond fund with a minimum buy in of $US250,000 ($273,000).
A few weeks earlier, Alfa Capital, the Russian investment group, launched a diamond investment fund with a minimum investment of E1 million ($1.6m) and an estimated yield of 15 per cent to 17 per cent.
This month the Emotional Assets Fund was launched, investing in assets from fine art and rare stamps to diamonds and diamond jewellery. The fund is targeting an annual growth rate of 15 per cent with a minimum investment of pound stg. 100,000 ($180,500).
Dazzling Capital, a London-based company investing directly in period jewellery, also opened its doors this month, co-founded by former Christie's auctioneer Humphrey Butler, with former jockey and chartered accountant William Sporborg and Christopher Holdsworth Hunt, co-founder of City of London brokerage KBC Peel Hunt.
The company, which accepts a minimum investment of pound stg. 10,000 with an estimated return on investment of 11 per cent, counts Madeleine Lloyd Webber, wife of British composer Andrew Lloyd Webber, as one of its investors.
Others say diamonds are too niche to gain a significant following. Swiss & Global Asset Management head of equities, Scilla Huang Sun, says her company does not have a diamond fund because the topic is too narrow to merit a fund of its own. Instead, the company includes diamond jewellery in its luxury fund.
Diamond trading is growing in sophistication. Until recently gems have been considered an illiquid asset. Auctions are rare and gem valuation was considered more of an art than a science. But in January the Dealers Organisation for Diamond Automated Quotes, an online diamond exchange, was launched, managed by Dutch bank ABN Amro.
The Belgium-based DODAQ exchange attempts to surmount other traditional barriers to investment in the diamond market, such as high sales fees and low liquidity, and offers two-way auctions for polished diamonds, the first cash market for the gems.
Diamond funds provide diversification benefits by investing in a range of pieces, but many investors may want to buy their own diamonds - not least because they get to wear the jewellery when they want. Certain gems retain value better than others.
"If you want to buy diamonds for investment purposes, they should be big and fancy (colourful)," says Holly Midwinter-Porter, a gemologist at British jeweller Boodles. "Red and green are the rarest and, unlike white, man-made diamonds, are finite as they are only found in one or two areas in the world."
She says returns on rare diamonds can enjoy double-digit growth a year, and their portability makes them more appealing than gold or art.
Another option for investors is the vintage diamond jewellery market - considered capable of more lucrative returns because of the added value of provenance. Mr Butler brokered a $US4.5m deal with the Louvre in 2004 for an antique emerald and diamond necklace and earrings.
Tuesday, November 24, 2009
Sunday, October 25, 2009
Properti KEDUA, nyaman, aman dan BERNILAI TAMBAH
Anang Hermansyah Beli Rumah di Bali
Minggu, 25 Oktober 2009 12:55 WIB
ANTARA/ Ujang Zaelani
JAKARTA--MI: Penyanyi, pencipta lagu dan produser musik Anang Hermansyah membeli rumah di Bali Kuta Residence (BKR).
"Beli rumah di Bali lebih banyak untungnya daripada ruginya," kata mantan suami diva pop Krisdayanti ini, usai peluncuran Bali Kuta Resort & Convention Center oleh Grup Hotel Aston di Grand Indonesia, Jakarta.
Penyanyi yang baru meluncurkan single Separuh Jiwaku Pergi ini mengaku membeli rumah di kondotel itu karena dirinya, baik sendiri maupun bersama keluarga, sering sekali berkunjung di pulau dewata untuk rekreasi maupun menangani urusan bisnis. "Daripada menginap di hotel dengan biaya cukup tinggi, Rp1 juta per malam, mendingan punya rumah sendiri, ya kan," katanya setengah bertanya.
Ia juga menyatakan senang tinggal di Bali, yang disebutnya sebagai tempat sangat religius kendati banyak sekali turis asing berkeliaran dan bahkan menetap di daerah yang dulu bernama Jawa Dwipa. Selain itu, membeli rumah di Bali juga merupakan sebuah usaha investasi yang pasti menguntungkan. "Nilai aset di Bali itu meningkat setiap bulan, tidak setahun seperti di berbagai daerah lain di Indonesia. Jadi kalau dijual setahun kemudian saja sudah dapat dihitung keuntungannya," katanya.
Di luar alasan-alasan itu, Anang juga telah menandatangani kontrak sebagai bintang iklan BKR, kondotel pertama di Bali dengan lima konsep disain interior berbeda, masing-masing dinamakan modern classic, modern minimalist, modern retro, dan modern exclisive. (Ant/OL-03)
Minggu, 25 Oktober 2009 12:55 WIB
ANTARA/ Ujang Zaelani
JAKARTA--MI: Penyanyi, pencipta lagu dan produser musik Anang Hermansyah membeli rumah di Bali Kuta Residence (BKR).
"Beli rumah di Bali lebih banyak untungnya daripada ruginya," kata mantan suami diva pop Krisdayanti ini, usai peluncuran Bali Kuta Resort & Convention Center oleh Grup Hotel Aston di Grand Indonesia, Jakarta.
Penyanyi yang baru meluncurkan single Separuh Jiwaku Pergi ini mengaku membeli rumah di kondotel itu karena dirinya, baik sendiri maupun bersama keluarga, sering sekali berkunjung di pulau dewata untuk rekreasi maupun menangani urusan bisnis. "Daripada menginap di hotel dengan biaya cukup tinggi, Rp1 juta per malam, mendingan punya rumah sendiri, ya kan," katanya setengah bertanya.
Ia juga menyatakan senang tinggal di Bali, yang disebutnya sebagai tempat sangat religius kendati banyak sekali turis asing berkeliaran dan bahkan menetap di daerah yang dulu bernama Jawa Dwipa. Selain itu, membeli rumah di Bali juga merupakan sebuah usaha investasi yang pasti menguntungkan. "Nilai aset di Bali itu meningkat setiap bulan, tidak setahun seperti di berbagai daerah lain di Indonesia. Jadi kalau dijual setahun kemudian saja sudah dapat dihitung keuntungannya," katanya.
Di luar alasan-alasan itu, Anang juga telah menandatangani kontrak sebagai bintang iklan BKR, kondotel pertama di Bali dengan lima konsep disain interior berbeda, masing-masing dinamakan modern classic, modern minimalist, modern retro, dan modern exclisive. (Ant/OL-03)
Tuesday, October 13, 2009
GW BERTERUSTERANG TERANG TERUS ...
... kalo USIA LOH DI BAWAH 40 TAHUN, loh boleh mencari risiko tinggi untuk memperoleh hasil investasi yang tinggi ... kenapa? karena KEJIWAAN ELO MEMANG DALAM PANCAROBA/TRANSISI terus menerus untuk meraih MIMPI PALING INDAH dalam hidup loh ... itu artinya SEMAKIN TINGGI RISIKO INVESTASI SEMAKIN EKSPEKTASI loh menjadi TERPENUHI ... cara terbaik untuk memenuhi karakteristik / profil KEPRIBADIAN DI BAWAH 40 TAHUN ini adalah : berinvestasi di saham ... ... kalo USIA LOH DI ATAS 40 TAHUN, LOH boleh mencari risiko RENDAH untuk memperoleh HASIL INVESTASI YANG SECUKUPNYA ... kenapa? karena KEJIWAAN ELO PASTI SUDAH MULAI RAGU2 BERMAIN RISIKO TINGGI, elo ingin menikmati hidup lebe indah lewat apa yang elo punya ... itu artinya, mimpi elo sudah terealisasi, entah itu 100% tercapai, atawa 50% terbukti ... nah, sisa hidup loh mo diisi dengan investasi jenis apa yang COCOK dengan PROFIL/Karakteristik elo? menurut gw, 100% sebaiknya di DEPOSITO aja ... ... itu cara berinvestasi SESUAI KARAKTERISTIK KEJIWAAN MANUSIA secara UMUM ... ... sekarang dalam realitas hidup, kejiwaan manusia dan fakta realisasi mimpi sering TIDAK COCOK ... misalnya, elo berusia di bawah 40 taon tapi bermimpi indah sekali dan TIDAK BERANI MENGAMBIL RISIKO ... well, dengan sendirinya elo akan masuk pola HIDUP AMAN dan BELUM TENTU NYAMAN ... elo sebaeknya kudu maen deposito aja dah ... ... misalnya, elo berusia di atas 40 taon, dan mimpi elo baru terealisasi 50%, tapi sisa hidup kayanya udah semakin dekat serta AMBISI HIDUP MASEH TINGGI SERTA EKSPEKTASI RISIKO TINGGI RETURN TINGGI MASIH 100% BULAT, maka elo COCOK UNTUK BERINVESTASI DI SAHAM ... ... kalo realitas hidup dan risiko hidup DIPERTIMBANGKAN, maka DIVERSIFIKASI RISIKO DENGAN RETURN PENTING DIJALANKAN ... realitas dan risiko deposito dibandingkan dengan saham jelas AMAT BERBEDA ... deposito jelas dijamin s/d 2 M oleh LPS, saham cuma dijamin SEADANYA OLEH BAPEPAM-LK DAN BEI ... deposito memberi RETURN OKE LAH, saham memberi RETURN JANGKA PANJANG YANG BENER2 OKE FULL ... deposito ABAD 21 ini HAMPIR PASTI KALAH DARI INFLASI, saham sudah hampir selalu MENANG JAUH DARI INFLASI ... deposito yang MEMBUAT KESTABILAN dan PERTAHANAN EKONOMI RIIL saat krisfinalo TAPI GAGAL BERTAHAN SAAT KRISMON; sementara SAHAM SELALU BERMASALAH BAGI INVESTOR YANG BERINVESTASI SEBELUM KRISIS, TAPI JUGA SELALU MEMBERI RETURN SUPER BAGI INVESTOR YANG MASUK SAAT KRISIS, terbukti pada krismon ihsg melonjak dari 380-an ke 2800 (pra-krisfinalo) dan ihsg melejit dari 1111 (krisfinalo) ke 2500 (Oktober 09) ... ... nah, itu kombinasi deposito dan saham bisa dijadikan GAGASAN UTAMA BERINVESTASI AMAN DAN NYAMAN ... itu juga yang dilakukan oleh Edi Joenardy yang katanya dari investasi 62 Jt meraup 5 T rupiah dalam waktu 6 taon lewat saham dan deposito ... ... gw uda ngoceh2 soal keterkaitan karakter manusia, jenis investasi yang aman dan yang tinggi returnnya (2 hal yang berbeda), batas usia berinvestasi, diversifikasi sederhana dalam berinvestasi, dan periode krisis ekonomi ... berikut ini gw mo ngoceh soal KUADRAN arus kas KIYOSAKI : (Cash Flow Quadrant) Kiyosaki speaks often of what he calls "The Cashflow Quadrant," a conceptual tool that aims to describe how all the money in the world is earned. Depicted in a diagram, this concept entails four groupings, split with two lines (one vertical and one horizontal). In each of the four groups there is a letter representing a way in which an individual may earn income. The letters are as follows. E: Employee — Working for someone else. S: Self-employed or Small business owner — Where a person owns his own job and is his own boss. B: (Boss) Business owner — Where a person owns a "system" of making money, rather than a job to make money. I: Investor — Spending money in order to receive a larger payout in. ... BISAKAH SEORANG MANUSIA PUNYA 4 JENIS ALIRAN DANA SEPERTI DALAM KUADRAN ARUS KAS DI ATAS? BISA. ADA BUKTINYA ... contoh ada seorang DOKTER SPESIALIS KULIT TERNAMA (gw ga brani sebut namanya dah; doi adalah dosen gw waktu gw kuliah) DI JAKARTA, yang pasien sehari-harinya 200 s/d dini hari ... itu berarti doi dapat ARUS DANA dari BEKERJA SENDIRI sebagai dokter ... lalu doi berpraktek di rumah sakit juga, yaitu salah satu RS swasta beragama dan salah satu RS akademik fakultas kedokteran swasta serta RS negeri terbesar di Jakarta ... itu artinya doi bekerja mendapatkan gaji dari pemberi kerja ... lalu doi buka sebuah klinik dengan nama inisial namanya serta sekarang buka lagi yang lebih raksasa di sebuah mal raksasa di Jakarta ... itu artinya doi ANDAL dan TANGAN DINGIN dalam berbisnis (business owner) ... lalu TENTU SAJA DOI ADALAH SEORANG INVESTOR, karena MEMPUNYAI PROPERTI DIMANA-MANA dan deposito di mana-mana termasuk di luar negeri ... itu artinya doi MEMENUHI SYARAT SEBAGAI SEORANG INVESTOR ... ... apa kesimpulan dari 2 gagasan utama ocehan gw hari ini : DIVERSIFIKASI UNTUK MERAIH RETURN TINGGI dan MENCEGAH RISIKO TINGGI TERJADI ... semoga ada manfaatnya
Thursday, August 27, 2009
parasit: puasa = berkorban... BUKTIKAN dah
Yuk Berhemat di Bulan Ramadan!
Senin, 24 Agustus 2009 - 09:12 wib
TEXT SIZE :
Foto: Dok KeluargaCerdas123.com
Halo Klabers! Tak terasa kita sudah menjelang Ramadan. Walau fokus kita adalah ibadah, namun tak dipungkiri kalau pernak-pernik bulan Ramadan juga diwarnai oleh aksi para merchant yang menggelar sale hingga pedagang reguler dan musiman yang menjajakan penganan dan kudapan untuk sahur dan berbuka.
Tapi KC123 tetap mengajak kita semua untuk tetap mengembangkan hidup hemat (frugal living) demi masa depan. Kita tidak hidup hanya untuk konsumsi hari ini, toh? Kebutuhan hidup di masa depan perlu juga kita perhatikan. Makanya, mari kita berhemat dari rumah mulai sekarang! Kalau ternyata sudah dirintis, pastikan apakah penghematannya sudah optimal. Untuk crosscheck, di bawah ini ada sejumlah indikator yang dapat Klabers bandingkan, apakah program berhemat saya sudah optimal?
1. Tantangan terbesar adalah memperkecil expense (menyederhanakan lifesytle) dan menyesuaikannya dengan income anda. Ingin tahu apakah gaya hidup Anda sudah sesuai dengan penghasilan? Cek pos pengeluaran rutin dan non-rutin Anda, jika lebih dari 55 persen penghasilan bulanan maka lifestyle Anda telah menggerogoti masa depan Anda. Walau godaan untuk belanja lebih besar, kami tantang Anda untuk tetap disiplin di Ramadan tahun ini.
2. Cek pos cicilan hutang, apakah <=30 persen? Jika lebih, artinya beban hutang Anda terlalu berat dan berisiko tidak terbayar. Apalagi jika sebagian besar berupa hutang konsumtif yang bunganya pasti mencekik. Usahakan lunasi sesegera mungkin!
3. Bagi Klabers yang anaknya masuk usia sekolah, usahakan anak selalu bawa bekal dari rumah. Selain kebersihannya lebih terjamin dan sehat, Anda juga bisa menghemat pengeluaran untuk jajan. Berikan pula teladan. Anda juga bisa mengkombinasikan pola makan siang dengan membawa bekal makan siang dari rumah sehingga pengeluaran pribadi bisa ditekan. Tentunya setelah Ramadan lewat, ya!
4. Ketika membandingkan dan memilih sekolah bagi anak, utamakan kredibilitas staf pengajar, fasilitas kegiatan belajar dan praktek, bobot pelajaran dan metode pengajaran selain pertimbangan biaya uang pangkal dan biaya bulanan yang kompetitif. Jadilah orang tua yang cerdas dan jangan memilih sekolah berdasarkan yang paling gencar beriklan! Jika kita melakukan riset dengan bijak sejumlah uang bisa dihemat.
5. Khusus Klabers yang anaknya masih batita dan masih belajar buang air sendiri, pertimbangkan mengkombinasikan popok sekali pakai kualitas 1 dan kualitas 2 setiap harinya. Bisa gunakan popok sekali pakai kw 1 untuk tidur malam hari dan popok sekali pakai kw 2 untuk tidur siang yang lebih singkat. Belanja popok akan terasa lebih hemat.
6. Selalu membawa daftar belanja setiap kali berbelanja and stick to it! Hal ini penting untuk menghindari membeli barang yang tidak diperlukan. Ketika hendak belanja bulanan atau mingguan, coba ingat-ingat pengalaman sebelumnya di toko mana di antara satu-dua toko yang menjual barang XYZ dan ABC lebih murah. Make your own expense trackers dengan memiliki kalendar pengeluaran di rumah. Catatlah seperti kapan mengganti gas/air mineral di rumah, kapan pergi "belanja besar", kapan bayar tagihan air/listrik, uang keamanan dan lain-lain. Dengan demikian, Anda bisa melakukan evaluasi pemakaian di rumah, sudahkah hemat atau masih bisa berhemat?
7. Be a smart shopper. Berbelanjalah saat barang yang dibutuhkan sedang on sale. Lewati toko yang sedang sale tanpa harus masuk dan berbelanja jika tidak sedang membutuhkan apa-apa. Belanjalah sesuai budget yang sudah dibuat dan pandai-pandailah memilih barang yang berkualitas cukup baik dengan harga ekonomis. Jangan ragu menggunakan produk generik untuk pemakaian setiap hari seperti pembersih lantai misalnya.
8. Kendalikan penggunaan listrik, air, dan gas di rumah. Mulailah menghitung berapa kebutuhan daya listrik, air dan gas yang Anda perlukan per hari atau per minggu. Perhatikan pemakaian listrik, air, dan gas di rumah Anda apakah sesuai kebutuhan dan tidak berlebihan. Pahami perhitungan tagihan pemakaian listrik dan air PAM secara rinci (untuk lebih detilnya kunjungi situs KeluargaCerdas123.com untuk mendapat tips berhemat listrik dan lainnya!)
9. Untuk hiburan mingguan, pertimbangan menonton film DVD bersama di rumah daripada nonton film di bioskop. Menonton bioskop bisa Anda tekan hingga satu kali sebulan.
10. Jika dekat kediaman Anda telah dilengkapi sejumlah fasilitas transportasi umum, seperti KRL dan shuttle bus, coba kombinasikan moda transportasi harian Anda. Nebeng bersama dengan tetangga di kawasan yang masih searah ke dan dari pusat perkantoran juga layak dipertimbangkan.
Tetaplah bersemangat dan teguh membangun kebiasaan gaya hidup hemat dalam keluarga. Semoga bermanfaat dan selamat berpuasa!
Manuel Pakpahan
Perencana Keuangan & CEO
KeluargaCerdas123.com
Senin, 24 Agustus 2009 - 09:12 wib
TEXT SIZE :
Foto: Dok KeluargaCerdas123.com
Halo Klabers! Tak terasa kita sudah menjelang Ramadan. Walau fokus kita adalah ibadah, namun tak dipungkiri kalau pernak-pernik bulan Ramadan juga diwarnai oleh aksi para merchant yang menggelar sale hingga pedagang reguler dan musiman yang menjajakan penganan dan kudapan untuk sahur dan berbuka.
Tapi KC123 tetap mengajak kita semua untuk tetap mengembangkan hidup hemat (frugal living) demi masa depan. Kita tidak hidup hanya untuk konsumsi hari ini, toh? Kebutuhan hidup di masa depan perlu juga kita perhatikan. Makanya, mari kita berhemat dari rumah mulai sekarang! Kalau ternyata sudah dirintis, pastikan apakah penghematannya sudah optimal. Untuk crosscheck, di bawah ini ada sejumlah indikator yang dapat Klabers bandingkan, apakah program berhemat saya sudah optimal?
1. Tantangan terbesar adalah memperkecil expense (menyederhanakan lifesytle) dan menyesuaikannya dengan income anda. Ingin tahu apakah gaya hidup Anda sudah sesuai dengan penghasilan? Cek pos pengeluaran rutin dan non-rutin Anda, jika lebih dari 55 persen penghasilan bulanan maka lifestyle Anda telah menggerogoti masa depan Anda. Walau godaan untuk belanja lebih besar, kami tantang Anda untuk tetap disiplin di Ramadan tahun ini.
2. Cek pos cicilan hutang, apakah <=30 persen? Jika lebih, artinya beban hutang Anda terlalu berat dan berisiko tidak terbayar. Apalagi jika sebagian besar berupa hutang konsumtif yang bunganya pasti mencekik. Usahakan lunasi sesegera mungkin!
3. Bagi Klabers yang anaknya masuk usia sekolah, usahakan anak selalu bawa bekal dari rumah. Selain kebersihannya lebih terjamin dan sehat, Anda juga bisa menghemat pengeluaran untuk jajan. Berikan pula teladan. Anda juga bisa mengkombinasikan pola makan siang dengan membawa bekal makan siang dari rumah sehingga pengeluaran pribadi bisa ditekan. Tentunya setelah Ramadan lewat, ya!
4. Ketika membandingkan dan memilih sekolah bagi anak, utamakan kredibilitas staf pengajar, fasilitas kegiatan belajar dan praktek, bobot pelajaran dan metode pengajaran selain pertimbangan biaya uang pangkal dan biaya bulanan yang kompetitif. Jadilah orang tua yang cerdas dan jangan memilih sekolah berdasarkan yang paling gencar beriklan! Jika kita melakukan riset dengan bijak sejumlah uang bisa dihemat.
5. Khusus Klabers yang anaknya masih batita dan masih belajar buang air sendiri, pertimbangkan mengkombinasikan popok sekali pakai kualitas 1 dan kualitas 2 setiap harinya. Bisa gunakan popok sekali pakai kw 1 untuk tidur malam hari dan popok sekali pakai kw 2 untuk tidur siang yang lebih singkat. Belanja popok akan terasa lebih hemat.
6. Selalu membawa daftar belanja setiap kali berbelanja and stick to it! Hal ini penting untuk menghindari membeli barang yang tidak diperlukan. Ketika hendak belanja bulanan atau mingguan, coba ingat-ingat pengalaman sebelumnya di toko mana di antara satu-dua toko yang menjual barang XYZ dan ABC lebih murah. Make your own expense trackers dengan memiliki kalendar pengeluaran di rumah. Catatlah seperti kapan mengganti gas/air mineral di rumah, kapan pergi "belanja besar", kapan bayar tagihan air/listrik, uang keamanan dan lain-lain. Dengan demikian, Anda bisa melakukan evaluasi pemakaian di rumah, sudahkah hemat atau masih bisa berhemat?
7. Be a smart shopper. Berbelanjalah saat barang yang dibutuhkan sedang on sale. Lewati toko yang sedang sale tanpa harus masuk dan berbelanja jika tidak sedang membutuhkan apa-apa. Belanjalah sesuai budget yang sudah dibuat dan pandai-pandailah memilih barang yang berkualitas cukup baik dengan harga ekonomis. Jangan ragu menggunakan produk generik untuk pemakaian setiap hari seperti pembersih lantai misalnya.
8. Kendalikan penggunaan listrik, air, dan gas di rumah. Mulailah menghitung berapa kebutuhan daya listrik, air dan gas yang Anda perlukan per hari atau per minggu. Perhatikan pemakaian listrik, air, dan gas di rumah Anda apakah sesuai kebutuhan dan tidak berlebihan. Pahami perhitungan tagihan pemakaian listrik dan air PAM secara rinci (untuk lebih detilnya kunjungi situs KeluargaCerdas123.com untuk mendapat tips berhemat listrik dan lainnya!)
9. Untuk hiburan mingguan, pertimbangan menonton film DVD bersama di rumah daripada nonton film di bioskop. Menonton bioskop bisa Anda tekan hingga satu kali sebulan.
10. Jika dekat kediaman Anda telah dilengkapi sejumlah fasilitas transportasi umum, seperti KRL dan shuttle bus, coba kombinasikan moda transportasi harian Anda. Nebeng bersama dengan tetangga di kawasan yang masih searah ke dan dari pusat perkantoran juga layak dipertimbangkan.
Tetaplah bersemangat dan teguh membangun kebiasaan gaya hidup hemat dalam keluarga. Semoga bermanfaat dan selamat berpuasa!
Manuel Pakpahan
Perencana Keuangan & CEO
KeluargaCerdas123.com
Sunday, August 23, 2009
utang itu INVESTASI YANG HARUS DIPERTANGGUNGJAWABKAN
Jumat, 21/08/2009 08:14 WIB
KTA, dirindu & dibenci
oleh : Eko Endarto
Ketika menyampaikan materi dalam satu sesi seminar yang saya bawakan tentang perencanaan keuangan keluarga, terdengar celetukan dari peserta yang sedikit menghibur.
"Kalau ada utang bagaimana mungkin bisa mengelola uang Pak? Jangankan mau bertindak untuk melakukan pengelolaan, baru berencana dan memikirkannya saja sudah ada debt collector yang menelepon" demikian celetukan yang cukup membuat gerr seisi ruangan.
Memiliki utang saat ini memang tidak aneh lagi. Kalau kita membuat satu survei, mungkin dari 10 orang di Jakarta, bisa jadi setengahnya mengenal dan bergelut dengan transaksi keuangan yang bernama utang.
Zaman sekarang, sepertinya utang bukan lagi hal yang terlalu tabu untuk dibicarakan. Untuk hal tertentu, utang merupakan jalan yang sebaiknya ditempuh guna memenuhi kebutuhan kita.
Kredit tanpa agunan
Istilah kredit tanpa agunan (KTA) timbul karena utang yang diberikan tidak disertai dengan keharusan dilampirkannya jaminan sebagai salah satu syarat yang umumnya dimintakan untuk kelengkapan pemberian fasilitas ini.
Dibandingkan dengan produk utang atau pinjaman lain, produk ini memang cukup fenomenal. Sejak ditawarkan oleh salah satu bank asing di Indonesia beberapa tahun lalu, kredit tanpa agunan saat ini menjadi produk yang sepertinya wajib dimiliki oleh hampir setiap bank besar di Indonesia. Tentu dengan beragam nama seperti kredit tanpa jaminan, kredit serbaguna, dan sebagainya.
Walaupun sepertinya membantu, kredit ini memiliki spesifikasi khusus yang kalau kita perhatikan seharusnya membuat kita was-was.
Bunga yang tinggi
Walaupun tidak setinggi kartu kredit, KTA memiliki bunga yang bisa dikatakan tinggi. Saat ini rata-rata bunga KTA berada di kisaran 0,9% - 2 % per bulan. Jadi kalau dihitung per tahun mencapai 10,8% - 24%. Kalau dihitung sampai dengan jangka waktu terlama, katakan 4 tahun, bunga tersebut mencapai 43,2% - 96%. Pengenaan bunga tinggi ini cukup wajar karena pihak yang memberikan pinjaman menanggung risiko tinggi. Bayangkan bila terjadi kemacetan di pinjaman tersebut, mereka hanya bisa menagih dan menagih, tanpa bisa menyita.
Jangka waktu yang pendek
Dengan plafon jumlah maksimal pinjaman yang bisa mencapai Rp100 juta, KTA memiliki jangka waktu yang relatif pendek. Jangka waktu terlama 4 - 5 tahun. Dengan demikian, jumlah dana yang harus disiapkan untuk mengangsur kewajiban ini cukup besar. Bila kita berutang Rp100 juta dengan bunga 2% per bulan dan mengambil jangka waktu terlama yaitu 5 tahun, angsuran bulanan kita adalah sebesar Rp3,67 juta, bandingkan dengan produk pinjaman yang mempunyai jaminan, yang besaran angsurannya sampai setengah dari angka di atas.
Denda
Jangan lupa satu hal, produk ini mengenakan denda apabila kita ingin melunasi pinjaman kita sebelum jatuh tempo. Beberapa produk KTA walaupun mengenakan bunga flat per bulan, tetapi perhitungannya diinternal pemberi pinjaman menggunakan cara seperti produk utang yang dihitung secara bunga efektif. Artinya, pada awal komponen pokoknya lebih sedikit dibandingkan dengan komponen bunganya. Jadi, saat ingin pelunasan dipercepat, jangan heran bila ternyata sisa pokok pinjaman yang dihitung pemberi pinjaman berbeda dengan kita. Pastinya hitungan bank lebih besar dari perhitungan kita.
Namun, seperti juga di banyak pembahasan saya sebelumnya, kita tetap bisa mencari kelebihan dari produk ini, antara lain:
Angsuran tetap
Sampai saat ini produk utang yang memberikan angsuran bersifat tetap dan tidak mensyaratkan adanya jaminan adalah KTA. Dengan adanya kelebihan ini, untuk mereka yang memiliki penghasilan bersifat tetap, produk ini sangat baik karena beban tetap memang seharusnya diatasi dengan penghasilan tetap juga. Jadi untuk para karyawan, produk utang seperti ini sepertinya memang lebih pas.
P3K ('pertolongan pamungkas pada utang kartu kredit')
Untuk yang terkena masalah di kartu kredit, KTA adalah jalan pamungkas yang bisa dipilih sebelum memutuskan untuk menyerah kepada pihak penerbit kartu. Dengan adanya angsuran bersifat tetap dan bunga yang bisa mencapai setengah dari tawaran kartu kredit, KTA ini tentunya sangat bisa diandalkan. Dan lagi kalau kita sudah memiliki kartu kredit, biasanya tidak sulit memiliki KTA.
Kesimpulan
Bagaimanapun, suatu produk dibentuk dengan tujuan membantu. Sebenarnya utang diberikan karena kita kekurangan penghasilan bukan karena kelebihan pengeluaran. Jadi pastikan penggunaannya juga karena memang kita butuhkan. Sekali lagi setiap produk memiliki kelebihan dan kekurangan. Kredit tanpa agunan juga demikian. Pelajari kelebihannya, sesuaikan dengan kebutuhan kita dan pastikan kita mampu untuk menanganinya adalah jalan terbaik bersahabat dengan KTA.
bisnis.com
KTA, dirindu & dibenci
oleh : Eko Endarto
Ketika menyampaikan materi dalam satu sesi seminar yang saya bawakan tentang perencanaan keuangan keluarga, terdengar celetukan dari peserta yang sedikit menghibur.
"Kalau ada utang bagaimana mungkin bisa mengelola uang Pak? Jangankan mau bertindak untuk melakukan pengelolaan, baru berencana dan memikirkannya saja sudah ada debt collector yang menelepon" demikian celetukan yang cukup membuat gerr seisi ruangan.
Memiliki utang saat ini memang tidak aneh lagi. Kalau kita membuat satu survei, mungkin dari 10 orang di Jakarta, bisa jadi setengahnya mengenal dan bergelut dengan transaksi keuangan yang bernama utang.
Zaman sekarang, sepertinya utang bukan lagi hal yang terlalu tabu untuk dibicarakan. Untuk hal tertentu, utang merupakan jalan yang sebaiknya ditempuh guna memenuhi kebutuhan kita.
Kredit tanpa agunan
Istilah kredit tanpa agunan (KTA) timbul karena utang yang diberikan tidak disertai dengan keharusan dilampirkannya jaminan sebagai salah satu syarat yang umumnya dimintakan untuk kelengkapan pemberian fasilitas ini.
Dibandingkan dengan produk utang atau pinjaman lain, produk ini memang cukup fenomenal. Sejak ditawarkan oleh salah satu bank asing di Indonesia beberapa tahun lalu, kredit tanpa agunan saat ini menjadi produk yang sepertinya wajib dimiliki oleh hampir setiap bank besar di Indonesia. Tentu dengan beragam nama seperti kredit tanpa jaminan, kredit serbaguna, dan sebagainya.
Walaupun sepertinya membantu, kredit ini memiliki spesifikasi khusus yang kalau kita perhatikan seharusnya membuat kita was-was.
Bunga yang tinggi
Walaupun tidak setinggi kartu kredit, KTA memiliki bunga yang bisa dikatakan tinggi. Saat ini rata-rata bunga KTA berada di kisaran 0,9% - 2 % per bulan. Jadi kalau dihitung per tahun mencapai 10,8% - 24%. Kalau dihitung sampai dengan jangka waktu terlama, katakan 4 tahun, bunga tersebut mencapai 43,2% - 96%. Pengenaan bunga tinggi ini cukup wajar karena pihak yang memberikan pinjaman menanggung risiko tinggi. Bayangkan bila terjadi kemacetan di pinjaman tersebut, mereka hanya bisa menagih dan menagih, tanpa bisa menyita.
Jangka waktu yang pendek
Dengan plafon jumlah maksimal pinjaman yang bisa mencapai Rp100 juta, KTA memiliki jangka waktu yang relatif pendek. Jangka waktu terlama 4 - 5 tahun. Dengan demikian, jumlah dana yang harus disiapkan untuk mengangsur kewajiban ini cukup besar. Bila kita berutang Rp100 juta dengan bunga 2% per bulan dan mengambil jangka waktu terlama yaitu 5 tahun, angsuran bulanan kita adalah sebesar Rp3,67 juta, bandingkan dengan produk pinjaman yang mempunyai jaminan, yang besaran angsurannya sampai setengah dari angka di atas.
Denda
Jangan lupa satu hal, produk ini mengenakan denda apabila kita ingin melunasi pinjaman kita sebelum jatuh tempo. Beberapa produk KTA walaupun mengenakan bunga flat per bulan, tetapi perhitungannya diinternal pemberi pinjaman menggunakan cara seperti produk utang yang dihitung secara bunga efektif. Artinya, pada awal komponen pokoknya lebih sedikit dibandingkan dengan komponen bunganya. Jadi, saat ingin pelunasan dipercepat, jangan heran bila ternyata sisa pokok pinjaman yang dihitung pemberi pinjaman berbeda dengan kita. Pastinya hitungan bank lebih besar dari perhitungan kita.
Namun, seperti juga di banyak pembahasan saya sebelumnya, kita tetap bisa mencari kelebihan dari produk ini, antara lain:
Angsuran tetap
Sampai saat ini produk utang yang memberikan angsuran bersifat tetap dan tidak mensyaratkan adanya jaminan adalah KTA. Dengan adanya kelebihan ini, untuk mereka yang memiliki penghasilan bersifat tetap, produk ini sangat baik karena beban tetap memang seharusnya diatasi dengan penghasilan tetap juga. Jadi untuk para karyawan, produk utang seperti ini sepertinya memang lebih pas.
P3K ('pertolongan pamungkas pada utang kartu kredit')
Untuk yang terkena masalah di kartu kredit, KTA adalah jalan pamungkas yang bisa dipilih sebelum memutuskan untuk menyerah kepada pihak penerbit kartu. Dengan adanya angsuran bersifat tetap dan bunga yang bisa mencapai setengah dari tawaran kartu kredit, KTA ini tentunya sangat bisa diandalkan. Dan lagi kalau kita sudah memiliki kartu kredit, biasanya tidak sulit memiliki KTA.
Kesimpulan
Bagaimanapun, suatu produk dibentuk dengan tujuan membantu. Sebenarnya utang diberikan karena kita kekurangan penghasilan bukan karena kelebihan pengeluaran. Jadi pastikan penggunaannya juga karena memang kita butuhkan. Sekali lagi setiap produk memiliki kelebihan dan kekurangan. Kredit tanpa agunan juga demikian. Pelajari kelebihannya, sesuaikan dengan kebutuhan kita dan pastikan kita mampu untuk menanganinya adalah jalan terbaik bersahabat dengan KTA.
bisnis.com
Thursday, July 9, 2009
status palsu: anami... DISERBUuuuu
Apartemen Diserbu Pembeli
Apartemen Murah Rp 200 Juta Seluas 70 Meter
Anami dibangun oleh Agung Podomoro di dua kawasan, yaitu Kalibata dan Kelapa Gading.
SELASA, 7 JULI 2009, 13:52 WIB
Heri Susanto, Nur Farida Ahniar
Apartemen (VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis)
BERITA TERKAIT
Apartemen Rp 200 Jutaan Diserbu Konsumen
Harga Jual Properti Duta Pertiwi Naik 15%
Web Tools
VIVAnews- Apartemen Sederhana Milik (Anami) yang diserbu konsumen merupakan apartemen dengan luas 42 - 70 meter persegi. Apartemen yang dibangun oleh PT Agung Podomoro Group ini terletak terpisah dari rusunami meski dalam satu kawasan.
"Kalau rusunami kan luasnya 35 meter persegi," kata Direktur Marketing Agung Podomoro Group Indra W Antono saat dihubungi VIVAnews di Jakarta, Selasa 7 Juli 2009.
Menurut dia, pembangunan Anami saat ini masih berlangsung. Proyek itu selesai pada semester II 2011 atau memakan waktu hingga 28 bulan mendatang.
Anami dibangun oleh Agung Podomoro di dua kawasan, yaitu Kalibata dan Kelapa Gading. Sebelumnya Agung Podomoro juga membangun rusunami di kawasan tersebut. Untuk di Kalibata saja, pengembang itu membangun kawasan apartemen sebanyak 17 blok, dengan total 35 tower.
"Untuk yang Anami beda tower dengan yang rusunami," katanya. "Letaknya terpisah meski dalam 1 kawasan."
Agung Podomoro tengah memasarkan 4.000 unit Anami dengan harga Rp 170 - 200 juta. Harga apartemen ini lebih murah dibandingkan apartemen umumnya.
Namun, harga satu unit apartemen ini masih di atas strata Rusunami, seharga Rp 144 - 158 juta. Selain itu, suku bunga kredit yang ditanggung oleh pembeli Anami menggunakan bunga komersil, bukan bunga subsidi seperti diterapkan di Rusunami.
• VIVAnews
Apartemen Murah Rp 200 Juta Seluas 70 Meter
Anami dibangun oleh Agung Podomoro di dua kawasan, yaitu Kalibata dan Kelapa Gading.
SELASA, 7 JULI 2009, 13:52 WIB
Heri Susanto, Nur Farida Ahniar
Apartemen (VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis)
BERITA TERKAIT
Apartemen Rp 200 Jutaan Diserbu Konsumen
Harga Jual Properti Duta Pertiwi Naik 15%
Web Tools
VIVAnews- Apartemen Sederhana Milik (Anami) yang diserbu konsumen merupakan apartemen dengan luas 42 - 70 meter persegi. Apartemen yang dibangun oleh PT Agung Podomoro Group ini terletak terpisah dari rusunami meski dalam satu kawasan.
"Kalau rusunami kan luasnya 35 meter persegi," kata Direktur Marketing Agung Podomoro Group Indra W Antono saat dihubungi VIVAnews di Jakarta, Selasa 7 Juli 2009.
Menurut dia, pembangunan Anami saat ini masih berlangsung. Proyek itu selesai pada semester II 2011 atau memakan waktu hingga 28 bulan mendatang.
Anami dibangun oleh Agung Podomoro di dua kawasan, yaitu Kalibata dan Kelapa Gading. Sebelumnya Agung Podomoro juga membangun rusunami di kawasan tersebut. Untuk di Kalibata saja, pengembang itu membangun kawasan apartemen sebanyak 17 blok, dengan total 35 tower.
"Untuk yang Anami beda tower dengan yang rusunami," katanya. "Letaknya terpisah meski dalam 1 kawasan."
Agung Podomoro tengah memasarkan 4.000 unit Anami dengan harga Rp 170 - 200 juta. Harga apartemen ini lebih murah dibandingkan apartemen umumnya.
Namun, harga satu unit apartemen ini masih di atas strata Rusunami, seharga Rp 144 - 158 juta. Selain itu, suku bunga kredit yang ditanggung oleh pembeli Anami menggunakan bunga komersil, bukan bunga subsidi seperti diterapkan di Rusunami.
• VIVAnews
Wednesday, July 8, 2009
status palsu: BUNGA KPR rendah, MINAT TINGGI...kah
Ayo, Sekarang Waktu yang Tepat Beli Rumah!
KOMPAS, YUNIADHI AGUNG
Sejumlah bank berusaha menggaet debitor dengan menawarkan berbagai fasilitas dan kemudahan kredit pada berbagai kesempatan untuk sektor konsumtif, seperti Kredit Pemilikan Rumah.
/
Artikel Terkait:
Tanah Wakaf Akan Dimanfaatkan Program Perumahan
Wah..Busway Malah Bikin Harga Properti Turun
Pengamat : Subsidi Rumah Harus Diperbesar
Pengembang Menanti Bunga KPR Turun
Perumahan Menengah Bawah Dihambat Bunga KPR Tinggi
JUMAT, 26 JUNI 2009 | 17:50 WIB
KOMPAS.com — Tak bisa dipungkiri, salah satu sebab pengembang kembali gencar ekspansi, khususnya ke luar Jawa, adalah bunga kredit kepemilikan rumah alias KPR mulai luruh.
Kondisi ini membuat pengembang tak menyia-nyiakan peluang. Bunga KPR memang merupakan salah satu faktor menggenjot penjualan rumah yang lesu sejak akhir tahun lalu, akibat hantaman badai krisis keuangan global.
"Kini bank lebih agresif dengan menurunkan bunga karena risiko sudah tidak sebesar setengah tahun pertama," kata Managing Director Ciputra Group Harun Hajadi.
Ambil contoh, Ciputra menggandeng PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dengan memasang bunga KPR cuma 7,9 persen. "Padahal, biasanya kami memberi bunga 10 persen sampai 11 persen," kata Harun. Bunga rendah ini berlaku bagi semua proyek hunian Ciputra yang ada di Medan, Jakarta, Surabaya, dan Manado.
Sudah pasti bukan cuma pengembang yang senang, calon pembeli rumah juga bersorak girang. Harun bilang, penurunan bunga KPR sudah lama ditunggu para konsumen. "Selama ini, mereka menunggu saat yang tepat untuk membeli. Nah, sekarang saatnya," ajar dia.
Sama seperti pengembang yang menahan diri untuk tidak meluncurkan proyek hunian baru, konsumen juga melakukan hal yang sama, tidak buru-buru membeli rumah. "Sebab membeli rumah tidak seperti makan yang harus dipenuhi setiap hari," kata Harun.
Memasuki semester kedua 2009, Harun optimistis penjualan rumah akan mulai menanjak naik. Penurunan penjualan selama enam bulan pertama akan dibayar lunas oleh peningkatan penjualan di semester kedua.
"Kemarin penjualan sempat turun 15 persen hingga 20 persen hampir di setiap proyek. Nanti, kenaikannya juga akan berkisar di angka itu," ajar Harun.
Direktur Pemasaran PT Agung Podomoro Group Indra Witijaya Antono mengatakan, tren bunga KPR yang semakin murah tentu saja akan membuat minat konsumen menengah atas membeli hunian properti untuk investasi meningkat. "Ini saat yang tepat bagi mereka untuk membeli properti," kata dia.
Cuma, kemungkinan besar Agung Podomoro akan mencabut potongan bunga KPR yang mereka berikan sebesar 2 persen untuk tahun pertama.
Maklum, selama bunga kredit mahal, pengembang papan atas ini memberi insentif berupa subsidi bunga. "Kami akan menyesuaikan besaran bunganya," ujar Indra.
Direktur Indonesian Property Watch Ali Tranghanda hakulyakin bahwa pasar properti hunian di Indonesia bakal kembali bergairah seiring dengan penurunan bunga KPR. "Tren kenaikan penjualan akan semarak pada akhir September atau kuartal ketiga nanti," katanya. (KONTAN/Diade Riva N, Yohan R)
KOMPAS, YUNIADHI AGUNG
Sejumlah bank berusaha menggaet debitor dengan menawarkan berbagai fasilitas dan kemudahan kredit pada berbagai kesempatan untuk sektor konsumtif, seperti Kredit Pemilikan Rumah.
/
Artikel Terkait:
Tanah Wakaf Akan Dimanfaatkan Program Perumahan
Wah..Busway Malah Bikin Harga Properti Turun
Pengamat : Subsidi Rumah Harus Diperbesar
Pengembang Menanti Bunga KPR Turun
Perumahan Menengah Bawah Dihambat Bunga KPR Tinggi
JUMAT, 26 JUNI 2009 | 17:50 WIB
KOMPAS.com — Tak bisa dipungkiri, salah satu sebab pengembang kembali gencar ekspansi, khususnya ke luar Jawa, adalah bunga kredit kepemilikan rumah alias KPR mulai luruh.
Kondisi ini membuat pengembang tak menyia-nyiakan peluang. Bunga KPR memang merupakan salah satu faktor menggenjot penjualan rumah yang lesu sejak akhir tahun lalu, akibat hantaman badai krisis keuangan global.
"Kini bank lebih agresif dengan menurunkan bunga karena risiko sudah tidak sebesar setengah tahun pertama," kata Managing Director Ciputra Group Harun Hajadi.
Ambil contoh, Ciputra menggandeng PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dengan memasang bunga KPR cuma 7,9 persen. "Padahal, biasanya kami memberi bunga 10 persen sampai 11 persen," kata Harun. Bunga rendah ini berlaku bagi semua proyek hunian Ciputra yang ada di Medan, Jakarta, Surabaya, dan Manado.
Sudah pasti bukan cuma pengembang yang senang, calon pembeli rumah juga bersorak girang. Harun bilang, penurunan bunga KPR sudah lama ditunggu para konsumen. "Selama ini, mereka menunggu saat yang tepat untuk membeli. Nah, sekarang saatnya," ajar dia.
Sama seperti pengembang yang menahan diri untuk tidak meluncurkan proyek hunian baru, konsumen juga melakukan hal yang sama, tidak buru-buru membeli rumah. "Sebab membeli rumah tidak seperti makan yang harus dipenuhi setiap hari," kata Harun.
Memasuki semester kedua 2009, Harun optimistis penjualan rumah akan mulai menanjak naik. Penurunan penjualan selama enam bulan pertama akan dibayar lunas oleh peningkatan penjualan di semester kedua.
"Kemarin penjualan sempat turun 15 persen hingga 20 persen hampir di setiap proyek. Nanti, kenaikannya juga akan berkisar di angka itu," ajar Harun.
Direktur Pemasaran PT Agung Podomoro Group Indra Witijaya Antono mengatakan, tren bunga KPR yang semakin murah tentu saja akan membuat minat konsumen menengah atas membeli hunian properti untuk investasi meningkat. "Ini saat yang tepat bagi mereka untuk membeli properti," kata dia.
Cuma, kemungkinan besar Agung Podomoro akan mencabut potongan bunga KPR yang mereka berikan sebesar 2 persen untuk tahun pertama.
Maklum, selama bunga kredit mahal, pengembang papan atas ini memberi insentif berupa subsidi bunga. "Kami akan menyesuaikan besaran bunganya," ujar Indra.
Direktur Indonesian Property Watch Ali Tranghanda hakulyakin bahwa pasar properti hunian di Indonesia bakal kembali bergairah seiring dengan penurunan bunga KPR. "Tren kenaikan penjualan akan semarak pada akhir September atau kuartal ketiga nanti," katanya. (KONTAN/Diade Riva N, Yohan R)
Subscribe to:
Posts (Atom)